Istilah Pasar & Bisnis

TAM Singkatan

Total Addressable Market — total ukuran pasar jika 100% target pelanggan menggunakan produk. Dalam laporan ini: USD 154–256 juta (2025) untuk pasar coding anak Indonesia.

SAM Singkatan

Serviceable Addressable Market — bagian dari TAM yang benar-benar bisa dijangkau dengan model bisnis saat ini. Dalam laporan: USD 93–140 juta, setara 307.000 anak.

SOM Singkatan

Serviceable Obtainable Market — bagian dari SAM yang secara realistis bisa direbut dalam jangka pendek (1–3 tahun). Target: 500 siswa (Tahun 1) → 8.000 siswa (Tahun 3).

CAGR

Compound Annual Growth Rate — tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun dalam periode tertentu. Pasar coding anak Indonesia diproyeksikan tumbuh CAGR 18–25% hingga 2030. Angka 18% berarti pasar menjadi hampir 2,3× lipat dalam 5 tahun.

ARPU/ARPA

Average Revenue Per User / Account — rata-rata pendapatan per pengguna per bulan. ARPU campuran terusmengajar.id: Rp 137.000/bulan.

MRR

Monthly Recurring Revenue — pendapatan berulang bulanan dari langganan. Target MRR akhir tahun: Rp 35–55 juta (Tahun 1) → Rp 900 juta–1,5 miliar (Tahun 3).

MAU / DAU

Monthly / Daily Active Users — jumlah pengguna yang aktif dalam sebulan / sehari. MAU menunjukkan seberapa sering produk digunakan.

Istilah Keuangan & Investasi

LTV (Customer Lifetime Value)

Nilai seumur hidup pelanggan — total pendapatan yang dihasilkan satu pelanggan selama mereka berlangganan. Formula: (ARPU × margin kotor) ÷ tingkat churn. LTV terusmengajar.id: Rp 1.284.000 per pelanggan.

CAC (Customer Acquisition Cost)

Biaya akuisisi pelanggan — total biaya marketing dan sales dibagi jumlah pelanggan baru. Target CAC terusmengajar.id: Rp 800.000–1.300.000 (campuran), Rp 50.000 (organik).

Rasio LTV:CAC

Perbandingan nilai pelanggan vs biaya mendapatkannya. Rasio 3:1 berarti setiap Rp 1 biaya akuisisi menghasilkan Rp 3 pendapatan — ini batas minimum sehat. Rasio 8,56:1 (organik terusmengajar.id) berarti sangat efisien — setiap Rp 1 menghasilkan Rp 8,56.

Margin Kotor (Gross Margin)

Persentase pendapatan yang tersisa setelah dikurangi biaya langsung (server, guru, konten). Target terusmengajar.id: 65–75%. Semakin tinggi, semakin efisien model bisnisnya. Margin kotor 75% berarti dari Rp 100 pendapatan, Rp 75 adalah laba kotor.

Margin Bersih (Net Margin)

Persentase pendapatan yang tersisa setelah dikurangi semua biaya (langsung + operasional + marketing). Tahun 1: −20% (investasi), Tahun 3: +20% (profit).

BEP (Break-Even Point / Titik Impas)

Titik di mana pendapatan sama dengan pengeluaran — mulai menghasilkan laba. terusmengajar.id diproyeksikan BEP dalam 6–9 bulan dengan 485 pelanggan berbayar.

CAC Payback Period

Waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya akuisisi pelanggan. Payback 1,46 bulan berarti biaya mendapatkan satu pelanggan kembali hanya dalam 1,5 bulan — sangat cepat. Ideal: di bawah 12 bulan.

Churn / Tingkat Berhenti

Persentase pelanggan yang berhenti berlangganan setiap bulan. Churn 8% berarti dari 100 pelanggan, 8 berhenti per bulan. Churn tinggi (>10%) adalah masalah serius. Churn rendah (<5%) menunjukkan produk yang disukai.

NRR (Net Revenue Retention)

Retensi pendapatan bersih. Mengukur apakah pendapatan dari pelanggan existing tumbuh atau menyusut. NRR >110% (target) berarti pelanggan existing menghasilkan 10% lebih banyak dari tahun sebelumnya — melalui upgrade, cross-sell, atau penggunaan lebih banyak.

NPS (Net Promoter Score)

Skor kepuasan pelanggan dalam skala −100 hingga +100. Diukur dari pertanyaan "Seberapa besar Anda akan merekomendasikan produk ini?" NPS >50 dianggap sangat baik.

Istilah Marketing & Digital

CPM (Cost Per Mille)

Biaya per 1.000 tayangan iklan. CPM TikTok Indonesia hanya $0,39 (Rp 6.240) — salah satu termurah di dunia. Artinya, menjangkau 1.000 orang hanya perlu Rp 6.240.

CPC (Cost Per Click)

Biaya per klik iklan. Hanya membayar saat seseorang mengklik. CPC Google Ads untuk kata kunci pendidikan: Rp 25.000–40.000 per klik.

ROAS (Return on Ad Spend)

Pengembalian dari belanja iklan. ROAS 4,13x (TikTok) berarti setiap Rp 1 iklan menghasilkan Rp 4,13 pendapatan. ROAS di atas 3x umumnya dianggap baik.

WTP (Willingness to Pay)

Kesediaan membayar — jumlah maksimum yang bersedia dibayar pelanggan untuk suatu produk. WTP ibu urban di Jakarta: Rp 300–800K/bulan. Harga terusmengajar.id (Rp 89–249K) sengaja di bawah WTP.

Lead Magnet

Konten gratis yang ditawarkan untuk mendapatkan data kontak calon pelanggan. Worksheet gratis dan game coding demo adalah lead magnet terusmengajar.id. Game lead magnet memiliki konversi 785% lebih tinggi dari konten biasa.

Corong Konversi (Conversion Funnel)

Perjalanan pelanggan dari pertama kali melihat produk hingga menjadi pelanggan. Tahapan: Pengunjung → Lead → Trial → Pelanggan → Pereferensi. Di setiap tahap, sebagian orang lanjut, sebagian keluar.

Tingkat Konversi (Conversion Rate)

Persentase pengguna yang melakukan tindakan yang diinginkan. Trial-to-paid 24,8% berarti dari 100 yang mencoba, ~25 menjadi pelanggan. Freemium conversion 3–9% berarti dari 100 pengguna gratis, 3–9 upgrade ke berbayar.

Istilah Model Bisnis

Freemium

Model bisnis di mana produk dasar gratis, dan fitur premium berbayar. Terusmengajar.id: Worksheet gratis + Game level 1–3 gratis → Level lanjutan dan kursus berbayar. Duolingo adalah contoh sukses freemium: konversi dari 3% (2020) ke 9% (2025).

B2C (Business to Consumer)

Bisnis langsung ke konsumen. Terusmengajar.id menjual langsung ke orang tua. Model utama pendapatan.

B2B (Business to Business)

Bisnis ke bisnis/sekolah. Kemitraan dengan sekolah untuk kurikulum coding (Rp 5–15M/semester). CAC lebih rendah, kontrak lebih stabil.

MVP (Minimum Viable Product)

Produk paling sederhana yang sudah bisa digunakan dan memberikan nilai. MVP terusmengajar.id: Next.js + Firebase + Scratch/Blockly dengan biaya $0–500/bulan.

PWA (Progressive Web App)

Aplikasi web yang berfungsi seperti aplikasi mobile — bisa diinstal di homescreen, bekerja offline, dan tetap ringan. Penting karena 95,4% anak Indonesia akses via smartphone.

Istilah Edukasi & Teknologi

Async (Asynchronous / Mandiri)

Pembelajaran tidak serentak. Siswa belajar kapan saja dengan materi video/latihan, tanpa harus hadir di jam tertentu. Keunggulan: bisa 1 guru untuk ribuan siswa (vs live class: 1 guru untuk 5–15 siswa). Semua kompetitor menggunakan live class synchronous.

Unplugged Coding

Belajar coding tanpa komputer. Menggunakan worksheet, kartu, atau permainan fisik untuk mengajarkan logika coding. Cocok untuk anak usia 4–6 tahun. 400+ worksheet terusmengajar.id adalah contoh unplugged coding.

Block-Based / Scratch

Coding dengan balok visual — anak menyusun blok perintah seperti puzzle, tanpa perlu mengetik kode. Scratch (MIT) digunakan 200M+ anak global. Cocok untuk usia 7–12 tahun.

Gamifikasi (Gamification)

Penerapan elemen game (poin, streak, badge, leaderboard) ke dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan retensi. Efek: streak meningkatkan retensi hari-14 sebesar 14%, badge meningkatkan referral 116%.

Permendikdasmen 13/2025

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menjadikan Coding & AI sebagai mata pelajaran pilihan mulai tahun ajaran 2025/2026. Mencakup 59.000 sekolah. Ini adalah katalis struktural terbesar untuk pasar coding anak.

Indonesia Emas 2045

Visi nasional Indonesia menjadi negara maju pada 2045. Membutuhkan 9–12 juta talenta digital — secara langsung mendorong permintaan pendidikan coding sejak usia dini.

Kurikulum Nasional Coding & AI

Mulai 2025/2026: pilihan (elektif) untuk kelas 5–6 SD, semua SMP, SMA/SMK. 2 jam/minggu (SD) hingga 5 jam/minggu (SMA). Rencana menjadi wajib nasional pada 2027.

Porter's Five Forces

Kerangka analisis persaingan industri dari Michael Porter. Lima kekuatan: pendatang baru, daya tawar pembeli, daya tawar pemasok, ancaman substitusi, persaingan antar pemain.

Unit Economics

Analisis profitabilitas per satu pelanggan. Menjawab: apakah setiap pelanggan menghasilkan laba? Komponen: ARPU, CAC, LTV, margin, churn. Unit economics sehat adalah syarat mutlak untuk scale-up.

Istilah lain yang belum ada? Silakan hubungi tim riset untuk klarifikasi.